Showing posts with label ceramah tauhid. Show all posts
Showing posts with label ceramah tauhid. Show all posts

Tuesday, November 12, 2013

Ceramah Tauhid: Memahami Takdir

4:23 AM 0
Pendapat menjawab taqdir sudah ditentukan Allah sehingga manusia tidak bisa berkutik sama sekali, atau pendapat taqdir adalah ketentuan perjalanan manusia oleh dorongan akalnya sendiri. Kedua pendapat ini  masih menjadi perdebatan ulama' kalam dari dulu sampai saat ini dan saya kira perdebatan panjang ini akan terus menerus berjalan seiring usia zaman. Memahami takdir menjadi penting sekali karena termasuk salah satu pilar rukun iman yang terakhir yaitu iman kepada qadha dan qadar:

Dalam memahami berlakunya takdir ini paling tidak ada tiga sikap yang mengemuka dalam pandandan masyarakat kita: pertama, orang yang percaya bahwa Allah mengatur kehidupan manusia sesuai dengan kehendaknya, kedua, semua yang dilakukan oleh manusia akan menentukan jalan takdirnya sebagai konsekwensi hukum sebab akibat, ketiga, Semua yang diusahakan manusia adalah campur tangan Allah, tetapi manusia bisa memilih yang terbaik atau yang terburuk sesuai dengan jalan pikirannya manusia itu sendiri

Sunday, October 6, 2013

Perbedaan Mu’min dan beriman

2:30 PM 0
Khutbah id adha 2010
Ceramah: dalam sebuah kajian bahasa mu’min (mu’minun) dan orang yang beriman (yu’minu) adalah satu akar kata yang sama yaitu a-mi-na artinya percaya. Percaya terhadap berita-berita agama yang sudah dan akan terjadi, sekilas nampak sama tetapi keduanya ada perbedaan yang mendasar bahwa beriman dan mu’min mempunyai perbedaan yang sangat mendasar.

Perbedaan mu’min dan beriman terletak dalam suasana kondisi bathin dan profesionalisme spiritual terhadap keimanan. Orang Mu’min bathinnya selalu merasa tersentuh oleh berita ghaib agama dan bergetar jika disebut nama Allah, hatinya diliputi rasa takut terhadap ancaman-Nya dan rasa harapan untuk mendapat kenikmatan kekal dari surga-Nya sehingga melahirkan sikap-sikap dalam kehidupan sebagai prilaku orang beriman, berbeda dengan orang yang beriman saja, ia percaya dengan sepenuh hati tetapi karena tidak mampu melawan nafsunya sehingga hatinya tidak bisa melahirkan rasa takut dan harapan dalam bentuk prilaku secara otomatis kontinyu dari waktu ke waktu. Allah berfirman :